Menanti Pengumuman Hasil UN 2007
Mudah Kerjakan Soal, Cemas Menanti Hasil
JOGJA - Suasana ceria tampak dari wajah siswa-siswi SMA Taman Madya Jetis, siang kemarin. Mereka antusias membahas soal-soal ujian nasional (Unas) 2007 yang baru saja dituntaskan. Maklum, tiga mata pelajaran baru saja mereka selesaikan selama tiga hari ini.
Namun, suasana menjadi terlihat serius saat koran ini menanyakan tentang optimisme kelulusan. Sebagian dari mereka optimistis bisa lulus Unas tahun ini. Tapi, tak sedikit justru yang kecewa dan berharap-harap cemas menanti hasilnya, lantaran tak yakin bisa menjawab soal dengan baik.
"Kami protes, tolong disampaikan ke mendiknas ya. Masak hasil belajar kami selama tiga tahun diukur dari Unas yang hanya mengujikan tiga mata pelajaran," ujar Ika, siswa jurusan IPS yang diamini teman-temannya.
Siswa yang lain, Risda, berharap ada ujian ulangan (her). Mereka khawatir karena sebelumnya, dari uji coba pelaksanaan Unas yang lulus hanya satu dari 30 siswa. Menurut mereka, kebijakan yang bersifat nasional dengan syarat standar nilai Unas 5.00 cukup membebani.
Tidak hanya itu saja yang mereka keluhkan. Dari sekitar enam siswa yang ada saat itu, kebanyakan justru makin kecewa lantaran harus berkonsetrasi pada tiga pelajaran yang di-Unas-kan. Pelajaran lain seolah tidak diperhatikan lagi. "Terus pelajaran yang lain apa gunanya. Wong dikasih pelajarannya juga gak maksimal. Mendingan tiga pelajaran itu saja," ujar Rere, siswa yang lain.
Wakil Kepala Sekolah SMA Taman Madya Jetis Drs Yulius Fau mengatakan, di sekolahlah tahun 2007 ini ada 30 peserta Unas untuk jurusan IPS dan 9 siswa jurusan IPA. Tahun sebelumnya, di SMA swasta yang berada di naungan Perguruan Tamansiswa itu ada 28 orang tak lulus dan seorang di antaranya mengulang belajar di kelas 3.
"Mereka yang tidak lulus kemudian memilih ikut Ujian Kejar Paket C, rata-rata beralasan malu untuk mengulang," katanya. Ia memahami jika ada siswa yang tak mau lagi mengulang mata pelajaran di sekolah selama satu tahun. Selain faktor biaya untuk bersekolah, rata-rata sebagai bahan pertimbangan mereka memilih bekerja.
Mengenai pelaksanaan Unas 2007 secara umum berjalan baik di sekolah. Hanya saja, kesan kesulitan menyelesaikan soal bagi peserta didik memang terlihat. Untuk memacu prestasi siswa pihak sekolah sudah memberikan pelajaran tambahan.
Mengenai evaluasi pelaksanaan Unas, dirinya menilai seharusnya hasil Unas tidak menjadi tolok ukur untuk kelulusan sepenuhnya bagi siswa. Unas hendaknya dapat dijadikan tolok ukur untuk kebutuhan pemetaan prestasi belajar siswa di berbagai wilayah. Bukan menjadi standar yang menentukan untuk kelulusan.
Sementara itu, pelaksanaan Unas secara umum berlangsung lancar. Ketua Panitia Unas 2007 DIJ K Baskara Aji mengatakan, sekitar 279 siswa yang tidak mengikuti Unas, punya kesempatan ujian susulan mulai Selasa (24/4). Syaratnya, menunjukkan pasti alasan ketidakhadirannya. Jika sakit, harus dengan surat dokter.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti kemarin melakukan pemantauan unas di sejumlah sekolah yakni SMK Negeri 4, SMK Berbudi, SMA Marsudi Luhur Bintaran dan MAN 1.
Dalam kunjungan ini, Wawali didampingi Kadinas Drs Darno MM dan Kepala Badan Informasi Daerah (BID)) Drs Sukirno. Selama memantau Unas, Wawali menyempatkan diri ngobrol dengan siswa. "Soal-soalnya gampang atau susah?" tanya Haryadi ingin tahu.
Di luar dugaan, semua siswa menjawab, soal-soal ujian yang dikerjakan relatif mudah. Para siswa mengaku tidak ada persoalan dalam menyelesaikan soal-soal ujian. Mendengar pengakuan itu, Haryadi mengangguk-angguk. "Saya doakan, semoga anak-anakku yang mengikuti ujian lulus semua. Nilainya juga bagus," kata Haryadi. (din/uki)
April 29th, 2008 at 7:03 am
SMUTEN08 jOGJA HARUZZZZ LULZ cMUWA N sELURUH ANAG INDONESIA jGA