Gerakan Indonesia Go Open Source (IGOS)
Pemerintah secara resmi menyatakan akan menggalakkan penggunaan standar software terbuka melalui gerakan Indonesia Go Open Source (IGOS).
Upaya meningkatkan penggunaan peranti lunak terbuka itu diperkirakan dapat menghemat belanja TI dari Indonesia Rp20 triliun.
Gerakan IGOS dicanangkan melalui deklarasi yang melibatkan Menteri Negara Riset dan Teknologi, Menteri Negara Komunikasi dan Informasi, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Menteri Kehakiman dan HAM, serta Menteri Pendidikan Nasional. Dua menteri yang terakhir diwakili staf ahli Menkeh dan HAM serta kepala Balitbang Men-diknas.
Deklarasi tersebut dihadiri kalangan LPND (lembaga pemerintah nondepartemen), perguruan tinggi, perusahaan pengembang, serta komunitas pengguna peranti lunak berbasis open source.
"Kami betul-betul ingin mendorong inovasi di Indo-nesia sambil menekan persoalan HaKI dengan cara menggalakkan penggunaan software open source," ujar dia.
Menneg Kominfo Syamsul Mu’arif mengatakan deklarasi IGOS merupakan tahap awal dalam upaya mendorong pemanfaatan software open source di seluruh kalangan masyarakat di Tanah Air.
Menurut Hatta, sebagai langkah awal gerakan IGOS pihaknya akan memulai pemanfaatan software open source di kalangan pemerintah.
June 7th, 2007 at 1:56 am
kok sering nulis soal linux, udah sering pake ta?